Selasa, 20 Mei 2014

Laporan makalah IPA Polusi dan Macamnya


TUGAS LAPORAN MAKALAH IPA
Polusi dan Macamnya


Disusun Oleh :
Dadan Juanda
Kelas : XI-TKJ-A
SMK TEKNOLOGI INDUSTRI PEMBANGUNAN CIMAHI
Jl.Haji Bakar No.18b Cimahi Selatan

Polusi dan macamnya
     Pengertian polusi atau pencemaran lingkungan menurut UU RI Nomor 23 Tahun 1997 adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu sampai menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Menurut UU pokok pengolahan lingkungan hidup Nomor 4 Tahun 1982 yanga dapat menyebakan polusi di sebut sebagai polutan.
     Polusi dapat dibedakan berdasarkan tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran. Berdasarkan tempat terjadinya, polusi terdiri dari polusi udara, air, dan tanah. Berdasarakan bahan pencemarnya, polusi dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.    Polusi karena bahan fisik
Polusi karena bahan fisik adalah polusi yang disebabkan oleh bahan pencemar fisik, yaitu berupa bahan-bahan yang sukar hancur.
Contoh : alumunium, plastik, kaca, dan karet sintesis.
2.    Polusi karena bahan kimia
Polusi karena bahan kimia adalah polusi yang disebabkan oleh bahan pencemar kimia.
Contoh :zat radioaktif, logam (Hg, Pb, As, Cr, dan Cd), detergen, minyak, pupuk anorganik dan pestisida.
3.    Polusi karena bahan biologi
Polusi karena bahan biologi adalah polusi yang disebabkan oleh pencemar biologi berupa mikroorganisme.
Contoh : Salmonella thyposa, Escheruchia coli, dan Entamoeba coli.
Polusi udara
1.    Definisi dan sumber polusi udara
Polusi udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi kimia, biologi, atau fisik di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan manusia, tumbuhan, lingkungan abiotik, mengganggu estetika, dan kenyamanan.
Berdasarkan asal/sumbernya, polusi udara dapat berasal dari dalam dan luar lingkungan.
a.    Indoor pollution,yaitu polusi udara yang terjadi di dalam ruangan, polusi udara yang terdapat di dalam ruangan bersumber dari kegiatan manusia.
Contoh : bahan-bahan banguan, senyawa pembersis, asap rokok, Perapian, kompor, gas, produk perawatan tubuh, dan sebagainya.
b.    Outdoor pollution, yaitu polisi udara yang terjadi di luar ruangan, polusi udara yang terdapat di luar ruangan dapat bersumberdari kegiatan manusia atau dari sumber alami.
Contoh : letusan gunung berapi, kebakaran hutan, pembakaran bhan fosil, dan pembakaran bahan kendaraan bermotor.
2.    Emisi
Menurut Harisema pada tahun 1998 pencemarn udara diawali oleh adanya emisi. Emisi merupakan jumlah ppolutan yang di kelurkanke udara dalam suatu waktu, sebab-sebab emisi ada dua, yaitu:
a.     Proses alam disebut biogenic emissios. Misalnya gas metana (CH4) yang terjadi sebagai akibat dekomposi bahan organik oleh bakteri pengurai.
b.    Kegiatan manusia disebut anthropogenic emissions. Misalnya hasil pembakaran bahan bakar fosil (bensin, solar, dan batu bara), pemakaian zat-zat kimiayang disemprotkan ke udara.
3.    Jenis polutan udara
Polutan udara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu poluan primer dan poluan sekunder.
a.     Polutan primer
Polutan primer adalah substansi pencemar yang langsung ditimbulkan dari sumber polusi polutan ini bentuk dan komposisisnya sama dengan ketuka dipancarkan.
Contoh : CO, CO2, SO, hidrrokarbon, nitrogen oksida, dan berbagai partikel.
b.    Polutan sekunder
Polutan sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi-reaksi polutan primer di atmosfer. Reaksi tersebut dapat terjadi secara otomatis ataupun dengan bantuan katalisator, seperti sinar matahari.
Contoh : ozon, formaldehide, dan proxsy acyl nitrate (PAN).
4.    Bahan polutan udara
polusi udara dapat berupa gas dan partikel. Berikut contoh bahan-bahan polutan atau pencemar udara.
a.     Gas H2S  (Hidrogen Sulfida)
Gas ini bersifat racun, terdapat dikawasan gunung berapi dan dapat juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
b.    Gas CO (Kabon Monoksida)
Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Secara alami gas CO yang dihasilkan dan masuk ke atmosfer lebih sedikit dibandingdengan yang dihsilkan manusia. Dari kegiatan manusia, CO diproduksi dari proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahan yang mengandung karbon.
c.     Gas CO2(Karbon Dioksida)
Gas ini dihasilkan dari peoses pembakaran mesin kendaraan bermotor dan industri. Polutan ini dapat menaikan suhu udara, sebab CO2dapat melewati cahaya ultraungu dan cahya tampak, tetapi menahan cahaya inframerah yang seharusnya dipantulkan. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (gren house effect).
d.    CFC (Chloro fluoro carbon)
CFC biasanya digunakan sebagai bahan pendingin pada AC dan kulkas, CFC dipergunakan sebagai aerosol pada penyemprotan rambut, pengharum, dan pembasmi serangga.
e.     Bahan radioaktif
Polutan udara dapat berupa dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, seperti nuklir, materi radioaktif ini akan terakumulasi di dalam tanah, air, hewan, tumbuhan, dan manusia dapat menyebabkan mutasi, kelainan gen, dan kematian.
f.      Partikel SO2 dan NO2
Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat menggangu pernapasan.
g.     Partikel padat
Partikel padat berupa bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari dapat menggangu kesehatan.
h.    Batu bara
Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida bersama dengan nitrogen oksida, oksida, oksigen, dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfat. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan asam yang disebut hujan asam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGDtsibm9RqZTc8tIaNdwjW2qAqg_46b7kuvUDJBBh_sGLZhJxA0IZ34szft5ETGj712Ner6hl7rJ1Cs9gmz4KhAlL0XWigvwTTZzm_2rsSKbYSqXuCOA9k4pkpSfuB7tZrbS-IVZUWSp0/s320/Acid_Rain.jpg
Hujan Asam

i.       Suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio, dan sebagainya sehinga mengganggu pendengaran. Tingkat kebisingan terjadi jika intensitas bunyi melampaui 50 desibel (dB). Berikut adalah tabel tingkat kebisingan.
Tingkat Kebisingan
dB
Contoh
 -
0
Batas ambang dengar
Amat sangat tenang
10-20
Suara daun bergerak
sangat tenang
30-50
Suara orang bercakap normal
Bising
60-70
suara orang berteriak, suara pembersihan vakum
sangat bisisng
80-90
suara  sirene, suara mesin diesel, suara blender, dan sejenisnya
Menulikan
100-120
Suara pesawat jet, suara halilintar, suara mesin traktor, dan sejenisnya
Amat sangat menulikan
>120
suara mesin roket

I.    Kesimpulan
           Dari penyusunanmakalahini kami menyimpulkanbahwaudaraadalahkomponen yang sangatpentingbagikehidupanmakhlukhidup, terutamamanusia.Namun, seiringlajuglobalisasisemakinsulitmendapatkanudarasehatdarialambebasterutama di kota-kotabesar.

II. Saran
Sebagailangkahmengurangipolusiudara, kitaharusmengurangipenggunaankendaraanbermotoruntukhalyang  tidakterlalupenting, penanamanpohonuntukpenghijauan, penggunaanteknologiramahlingkungandan yang   pastikitaharusmenjagalingkungan    demi kelangsunganhidupsehatkitadangenerasipenerus.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar